Halaman

Rabu, 09 Mei 2012

KTI tentang Air Mineral dan kecerdasan





 







KARYA TULIS ILMIAH
PENGARUH POLA MINUM AIR MINERAL
TERHADAP PRESTASI
DI PROGRAM STUDI KEBIDANAN HARAPAN KITA
TAHUN 2012

Disusun Oleh :
NURLAELA KURNIA RAHAYU
NIM : P 37324110067



POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA III
JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI KEBIDANAN HARAPAN KITA
TAHUN 2012




POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES JAKARTA III

JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI KEBIDANAN HARAPAN KITA

Nama Peneliti              : Nurlaela Kurnia Rahayu
Judul                           : Hubungan Pengaruh Pola Minum Air Mineral terhadap Prestasi
Jumlah Halaman          : vi + 14
Jumlah tabel                : 8

ABSTRAK

            Pola minum air mineral adalah hal yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Jika seseorang kurang minum air mineral, akan terjadi banyak gangguan pada kesehatannya, begitu pula pada prestasi. Pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana pola minum air mineral mempengaruhi prestasi mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola minum air mineral dengan prestasi mahasiswa.
            Penelitian ini bersifat deskriptif pendekatan yang dilakukan adalah cross sectional dengan populasinya adalah Mahasiswi Jurusan Kebidanan Prodi Harapan Kita dengan jumlah sampel yaitu 20 orang. Data yang didapat berupa data primer dengan menggunakan kuesioner kemudian  dilakukan analisa univariat.
            Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswi yang mengonsumsi air mineral > 8 gelas sehari sebesar 35%, tidak mengonsumsi air berasa sebesar  85%, responden yang membawa air mineral dalam perkuliahan sebesar 85%, minum air mineral pada saat stress dalam ujian 70%, tidak sakit pada bulan sebelumnya 40%, 90% responden yang memiliki nilai IP > 3,00, dan mendapatkan prestasi sebesar 55%. Jadi penelitian ini disimpulkan bahwa mahasiswi yang mendapat prestasi adalah mahasiswi yang pola minum air mineral sesuai dengan kebutuhan.

Pustaka : 8
KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas nikmat dan rahmat-Nya sehingga karya tulis kami yang berjudul “Pengaruh Pola Minum Air Mineral terhadap Prestasi di  Program Studi Kebidanan Harapan Kita Tahun 2012” ini dapat terselesaikan dengan baik. Karya tulis ini kami buat dalam rangka mengikuti lomba karya tulis ilmiah untuk perayaan dies natalis kampus kami tercinta, Poltekkes Kemenkes Jakarta III.
Maka dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya Kepada Yang Tehormat :
1.         Ibu Ns. Karningsih, S.Kep, MKM, selaku pembimbing dan Ketua Program Studi Kebidanan Harapan Kita
2.         Orang tua dan saudara-saudara tercinta, yang telah memberikan dorongan baik moril maupun materil dalam penyelesaian karya tulis ilmiah ini.
3.         Teman-teman

Penulis sangat menyadari bahwa Karya Tulis ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari sempurna baik ditinjau dari segi materi maupun teknik penulisan. Oleh karena itu penulis sangat mangharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun dari pembaca agar penulis dapat menghasilkan karya yang lebih baik dari masa yang akan datang.
Akhir kata penulis mengucapkan semoga Karya Tulis Ilmiah ini bermanfaat dan berguna bagi penulis khususnya dan bagi mahasiswa-mahasiswi Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta III serta pembaca pada umunya.
Jakarta,         Maret  2012

                                                                                                                        Penulis









BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Air adalah sumber kehidupan, mengapa dikatakan demikian? Karena kehidupan berawal dari air, begitulah kata Al-Qur’an, Al-Kitab, Sang Budha, maupun para saintis. Tumbuhan, binatang dan manusia sebagian besar terdiri dari air, dan kelangsungan hidupnya sangat tergantung kepada air.
          Manusia, sebagai mahluk hidup penguasa bumi, organ-organ pembentuk jasadnya 80-90%  merupakan air. Air itu sendiri memiliki fungsi yaitu sebagai pelarut, pembentuk sel dan cairan tubuh, pengatur suhu tubuh, sebagai pelumas dan bantalan untuk sendi dan jaringan, sebagai media transportasi, dan sebagai media pembuang limbah racun dalam tubuh. Anda bisa membayangkan bagaimana jika tubuh kita kekurangan asupan air, terutama air mineral.
Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh.  Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 liter (8 - 10 gelas) per hari. Air juga dikeluarkan tubuh melalui air seni dan keringat. Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter per hari. Tubuh akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan kita tidak segera memenuhi kebutuhan air tubuh tersebut, terutama ketika kita sedang berkonsentrasi belajar. Ada bagian organ tubuh kita yang memiliki kadar air diatas 80%. Dua komponen tersebut adalah otak dan darah. Otak mengandung komponen air sebanyak 90%, sementara darah mengandung komponen air sebanyak 95%. Sehingga mengkonsumsi cukup air mineral sangat dibutuhkan dalam konsentrasi belajar terutama untuk para pelajar.
Untuk itu, Karya Tulis Ilmiah yang dibuat ini akan memperlihatkan dan menjelaskan tentang peran dan pentingnya pengkonsumsian air mineral dalam prestasi belajar mahasiswa dengan berdasarkan studi literature dari berbagai sumber dan hasil kuisioner dari para responden terkait.


1.2   Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas, maka didapat rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Berapa kebutuhan air mineral di dalam tubuh ?
2.      Bagaimana hubungan antar pola konsumsi air mineral terhadap prestasi ?

1.3   Tujuan Penelitian
1.     Mengetahui sampai sejauh mana pengetahuan mahasiswa tentang fungsi dan manfaat air mineral bagi tubuh.
2.      Mengetahui berapa banyak air mineral yang dikonsumsi oleh mahasiswa.
3.     Mengetahui adanya pengaruh pengonsumsian air mineral terhadap prestasi yang diraih.

1.4   Kegunaan Penelitian
Untuk membuka wawasan yang lebih luas tentang manfaat, fungsi, dan peran serta dari pengonsumsian air mineral bagi manusia dan mengaplikasikannya dengan mengonsumsi air mineral yang cukup sesuai anjuran.








BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Air Mineral
Air mineral (disebut juga air galian) adalah air yang mengandung mineral atau bahan-bahan larut lain yang mengubah rasa atau memberi nilai-nilai terapi. Banyak kandungan garam, sulfur dan gas-gas yang larut di dalam air ini. Air mineral biasanya masih memiliki buih. Air mineral berasal dari mata air yang bersumber di alam. Air mineral dalam kehidupan sehari-hari lebih dikenal dengan sebutan air putih. (Sumber: www.wikipedia.org)
            2.2 Kebutuhan Air dalam Tubuh
Tubuh kita terdiri dari sebagian besar air. Berdasarkan fakta yang didapat : (Marianto 2011)
þ    Otak mengandung 74% air
þ    Darah mengandung 92% air,
þ    ginjal 82%,
þ    otot 75% air,
þ    tulang 22%.
Kebutuhan pemasukan akan air mineral setiap hari sangatlah perlu diperhatikan. Karena ginjal yang hanya sebesar kepalan kita memiliki fungsi luar biasa dalam mengendalikan fungsi organ tubuh. Pada prinsipnya adalah jumlah air yang masuk harus sama dengan jumlah air yang keluar.
Air dikeluarkan tubuh melalui air seni dan keringat dan kotoran.
Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter per hari.
Apabila jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 – 400 g/hari, maka kandungan air adalah sekitar 60 – 90 % bobot tinja atau sekitar 50 – 60 ml air sehari.(Marianto 2011)
Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: tubuhair.jpg



Gambar 2.3. Air dalam Tubuh
Air yang terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam sehari maksimum 1 liter, tergantung suhu udara sekitar dan faktor-faktor pengeluaran air lainnya seperti melalui pernapasan. Seseorang yang mengalami demam, kandungan air dalam napasnya akan meningkat. Sebaliknya, jumlah air yang dihirup melalui napas berkurang akibat rendahnya kelembapan udara sekitamya.
Kondisi tubuh akan menurun apabila kadar air dalam tubuh menurun, apalagi apabila tidak dengan segera memenuhi kebutuhan air dalam tubuh. Seorang Dokter Ahli penyakit Jantung, dari AS, mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22 %! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.
                        Apabila beraktivitas banyak maka makin banyak pula air yang terkuras dari tubuh, Dr James M. Rippe memberi saran untuk minum air paling sedikit seliter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan otomatis akan banyak juga kebutuhan akan air yang dibutuhkan oleh tubuh. Pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus. Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan sehat!. ( Tambunan, 2009)



2.3  Pengertian Prestasi
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya).  Menurut Nasrun Harahap berpendapat bahwa prestasi adalah penilaianpendidikan tentang perkembangan dan kemajuan siswa yang berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada siswa. Sedangkan menurut W.S Winkel, prestasi adalah bukti usaha yang telah dicapai.
Dari beberapa pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian prestasi adalah suatu hasil yang telah dicapai sebagai bukti usaha yang telah dilakukan. (Reno, 2012)

            2.4  Hubungan Pola Minum Air Mineral terhadap Prestasi
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Pola diartikan sebagai suatu metode, cara kerja atau usaha untuk melakukan sesuatu (Depdiknas, 2001). Dengan demikian, pola minum air mineral suatu cara atau usaha untuk melakukan kegiatan minum air mineral secara tepat sesuai kebutuhan.
Di Indonesia sendiri, dalam pedoman umum gizi seimbang yang dikeluarkan oleh DepKes dianjurkan supaya kita mengonsumsi air minum minimal 2 liter atau 8 gelas sehari untuk memenuhi kebutuhan cairan dan menjaga kesehatan.
Anggota Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia Jakarta Raya (PDMI Jaya) Dr. Saptawati Bardosono MSc. Menyatakan, air bagi tubuh adalah salah satu zat gizi esensial. Menurut Saptawati, tubuh tidak mampu memproduksi air yang diperlukan secara internal sehingga perlu didukung asupan dari luar tubuh. Salah satu caranya adalah mengonsumsi air dari minuman dan makanan. Otak dapat berfungsi dengan baik jika cukup kandungan air.
Otak butuh kandungan cairan yang cukup. Hal itu diperlukan demi kelancaran kerja otak secara maskimal. Jika tubuh kekurangan air atau dehidrasi, metabolisme tubuh akan mengalami gangguan dan memperngaruhi daya kerja otak.
Dimana bagian otak ini sangat berperan dalam menyerap ilmu pengetahuan. Dengan kata lain, meningkatnya fungsi kognitif dari otak berarti meningkatkan kepandaian.
Sebaliknya, konsumsi air mineral yang sedikit bisa menyebabkan seseorang menjadi tidak konsentrasi, gampang lupa, atau bahkan telmi (telat mikir). Parahnya lagi, orang yang mengalami hal ini tidak menyadari kalau kondisi tersebut disebabkan karena asupan air mineral yang sedikit ke tubuhnya. (Fauzi, 2011)
Dengan pola minum air mineral yang teratur dan sesuai kebutuhan, dapat meningkatkan kecerdasan dan dapat memperoleh prestasi. Karena dengan air mineral yang cukup, otak dapat mengoptimalisasikan fungsinya dengan baik. (Surtono, 2008)











BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Metode Pengumpulan Data
Penilitian yang dilakukan untuk penulisan karya tulis ilmiah ini yaitu dengan cara penyebaran angket kepada 20 mahasiswi Kebidanan Harapan Kita. Pengisian angket dilakukan melalui pengisian pertanyaan yang diajukan.
Responden yang terpilih adalah responden yang memenuhi syarat, antara lain: berstatus sebagai mahasiswa. Pemilihan responden dilakukan secara acak dengan pembatasan jumlah. Meskipun demikian, penyebarannya tetap merata, meliputi : tingkat 1 dan tingkat 2. Angket terdiri dari 8 pertanyaan, dimana berisi 6 pertanyaan tertutup dan 2 pertanyaan terbuka. Dalam angket ini, penulis ingin mengetahui sejauh manakah mahasiswi-mahasiswi Kebidanan Harapan Kita dalam mengonsumsi air mineral.  

3.2 Analisis Data
Tabel sesuai dengan variabel yang diteliti dan dihitung dengan presentase dengan menggunakan rumus sebagai berikut :






Keterangan :    F : Rataan hitung dalam %
 X : Jumlah yang didapat
 N : Jumlah sample












BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1 Hasil Penelitian
Dari hasil penelitian tentang Pola Minum Air Mineral terhadap Prestasi yang telah dilakukan pada 20 orang mahasiswi di Jurusan Kebidanan Prodi Harapan Kita  didapatkan data sebagai berikut :
Tabel 4.1. Distribusi frekuensi menurut konsumsi air mineral dalam sehari mahasiswi Jurusan Kebidanan Prodi Harapan Kita 2012
Konsumsi air mineral dalam sehari
Frekuensi
%
< 8 gelas
4
20
8 gelas
7
35
> 8 gelas
9
45
Jumlah
20
100

Analis Data dari tabel 4.1. Berdasarkan data yang diperoleh menunujukan bahwa mahasiswi yang mengonsumsi air mineral > 8 gelas yaitu 9 mahasiswi (45%). Mahasiswi yang mengonsumsi air mineral 8 gelas yaitu 7 mahasiswi (35%), sedangkan mahasiswi yang mengonsumsi air mineral 8 gelas yaitu 4 mahasiswi (20%).

Tabel 4.2. Distribusi frekuensi banyaknya konsumsi minuman air berasa dalam sehari mahasiswi Jurusan Kebidanan Prodi Harapan Kita 2012
Konsumsi air berasa dalam sehari
Frekuensi
%
1 gelas/ tidak pernah
17
85
2 gelas
2
10
>2 gelas
1
5
Jumlah
20
100

Analis Data dari tabel 4.2. Berdasarkan data yang diperoleh menunujukan bahwa mahasiswi yang tidak pernah mengonsumsi / 1 gelas air berasa dalam sehari  yaitu 17 mahasiswi (85%). Reseponden yang mengonsumsi air berasa 2 gelas dalam sehari yaitu 2 mahasiswi (10%). Sedangkan Mahasiswi yang mengonsumsi air barasa >2 gelas dalam sehari yaitu 1 mahasiswi (5%).

Tabel 4.3. Distribusi frekuensi memilih antara minum air mineral atau air berasa mahasiswi Jurusan Kebidanan Prodi Harapan Kita 2012
Pilihan
Frekuensi
%
Air mineral
17
85
Air berasa
3
15
Jumlah
20
100

Analis Data dari tabel 4.3. Berdasarkan data yang diperoleh menunujukan bahwa mahasiswi yang lebih memilih air mineral dibandingkan air berasa yaitu 17 mahasiswi (85%). Sedangkan Mahasiswi yang lebih memilih air berasa yaitu 3 mahasiswi (15%).

Tabel 4.4 Distribusi frekuensi menurut mahasiswi yang membawa air minum dalam perkuliahan dengan yang tidak membawa di Jurusan Kebidanan Prodi Harapan Kita 2012
Pilihan
Frekuensi
%
Ya
11
55
Tidak
9
45
Jumlah
20
100

Analis Data dari tabel 4.4. Berdasarkan data yang diperoleh menunujukan bahwa mahasiswi yang membawa air minum dalam perkuliahan yaitu 11 mahasiswi (55%). Sedangkan, reseponden yang tidak membawa air minum dalam perkuliahan yaitu 9 mahasiswi (45%).

Tabel 4.5 Distribusi frekuensi menurut minuman yang diminum mahasiswi yang stress saat ujian di Jurusan Kebidanan Prodi Harapan Kita 2012
Minuman yang diminum
Frekuensi
%
Air mineral
14
70
Air berasa
6
30
Jumlah
20
100

Analis Data dari tabel 4.5. Berdasarkan data yang diperoleh menunujukan bahwa mahasiswi yang meminum air mineral saat stress dalam ujian yaitu 14 mahasiswi (70%). Sedangkan Mahasiswi yang meminum air barasa saat stress dalam ujian yaitu 6 mahasiswi (30%).

Tabel 4.6 Distribusi frekuensi menurut freksuensi sakit yang diderita mahasiswi saat bulan sebelumnya.di Jurusan Kebidanan Prodi Harapan Kita 2012
Frekuensi sakit
Frekuensi
%
≤2 kali
9
45
> 2 kali
3
15
Tidak pernah
8
40
Jumlah
20
100

Analis Data dari tabel 4.6. Berdasarkan data yang diperoleh menunujukan bahwa mahasiswi yang frekuensi sakit saat bulan sebelumnya ≤ 2 kali yaitu 9 mahasiswi (45%). Reseponden yang frekuensi sakit saat bulan sebelumnya > 2 kali yaitu 3 mahasiswi (15%). Sedangkan Mahasiswi yang tidak pernah sakit yaitu 8 mahasiswi (40%).

Tabel 4. 7  Distribusi frekuensi menurut nilai Indeks Prestasi (IP) semester lalu mahasiswi Jurusan Kebidanan Prodi Harapan Kita 2012
Nilai IP
Frekuensi
%
≤3,00
2
10
>3,00
18
90
Jumlah
20
100

Analis Data dari tabel 4.7. Berdasarkan data yang diperoleh menunujukan bahwa mahasiswi yang memiliki nilai Indeks Prestasi (IP) > 3,00 pada semester sebelumnya yaitu 18 mahasiswi (90%). Sedangkan Mahasiswi yang memiliki nilai Indeks Pretasi (IP) ≤ 3,00 yaitu 2 mahasiswi (10%).



Tabel 4.8.        Distribusi frekuensi menurut Prestasi yang diraih oleh mahasiswi Jurusan Kebidanan Prodi Harapan Kita 2012
Prestasi yang diraih
Frekuensi
%
Ada prestasi
11
55
Tidak ada prestasi
9
45
Jumlah
20
100

Analis Data dari tabel 4.8. Berdasarkan data yang diperoleh menunujukan bahwa mahasiswi yang mempunyai prestasi yaitu 11 mahasiswi (55%). Sedangkan Mahasiswi yang tidak mempunyai prestasi yaitu 9 mahasiswi (45%).
4.2 Pembahasan Hasil Penelitian
     Seperti yang diuraikan diatas beberapa komponen yang ditanyakan dalam kuesioner/angket. Berdasarkan hasil yang didapat, mahasiswi yang mengonsumsi air mineral sebanyak >8 gelas yaitu  45% , hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswi telah memenuhi kebutuhan konsumsi air mineral untuk tubuhnya yaitu sekitar 8 gelas atau 2 liter dalam sehari. Dalam pengamatan dapat dilihat bahwa 85% mahasiswi lebih memilih air mineral dibandingkan minuman air berasa. Hal tersebut diaplikasikan pada saat perkuliahan berlangsung, 85% mahasiswi memilih membawa air mineral untuk memenuhi kebutuhan asupan air untuk tubuhnya. Dan dalam menghadapi ujian, 70% mahasiswi yang stres lebih memilih minum air mineral dibandingkan minum air berasa.
     Dengan mengonsumsi air mineral 8 gelas atau 2 liter sehari, metabolisme didalam tubuhpun menjadi lancar sehingga tidak mudah sakit. Sebanyak 45% mahasiswi yang frekuensi sakitnya ≤1 kali dan 40% mahasiswi yang tidak sakit pada bulan sebelumnya.
     Dari 20 orang mahasiswi, ada 90% mahasiswi yang memiliki nilai IP > 3,00 dan  10% mahasiswi yang memiliki nilai IP ≤ 3,00. Sedangkan yang pernah mendapatkan prestasi sebesar 55% dan yang tidak pernah mendapatkan pretasi 45%.





 
BAB V
PENUTUP
5.1  Kesimpulan
Dari penelitian yang telah peneliti lakukan didapat kesimpulan bahwa pengonsumsian air mineral bagi mahasiswa sangat berpengaruh besar  terhadap prestasi yang diraih. Berdasarkan hasil yang didapat, mahasiswi yang mengonsumsi air mineral sebanyak >8 gelas yaitu  45%, ada 90% mahasiswi yang memiliki nilai IP > 3,00, dan yang pernah mendapatkan prestasi sebesar 55%.
Otak butuh kandungan cairan yang cukup. Hal itu diperlukan demi kelancaran kerja otak secara maksimal. Jika tubuh kekurangan air atau dehidrasi, metabolisme tubuh akan mengalami gangguan dan mempengaruhi daya kerja otak. Dimana bagian otak ini sangat berperan dalam menyerap ilmu pengetahuan. Dengan kata lain, meningkatnya fungsi kognitif dari otak berarti meningkatkan kepandaian.
Sel-sel otak adalah organ yang paling boros mengonsumsi makanan dan oksigen. Terhalangnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Maka dari itu, mengonsumsi air mineral sesuai kebutuhan yaitu 8 gelas atau 2 liter sehari penting dilakukan, karena dapat membantu meningkatkan produktifitas otak. Dengan produktifitas otak meningkat, penyerapan ilmu pengetahuan akan lebih mudah sehingga prestasi akan mudah diraih.  
5.2  Saran
Setelah dilakukan penelitian ini, peneliti dapat membuktikan bahwa banyaknya pengonsumsian air mineral sangat berpengaruh terhadap daya kerja otak dalam belajar. Dan peneliti menginginkan agar pihak yang telah membaca penelitian ini lebih sadar dan peduli akan pentingnya pengonsumsian air mineral bagi tubuh.     
Bagi mahasiswa yang membacanya tentunya dapat lebih mengerti dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari agar proses belajar lebih baik. Bagi masyarakat agar lebih sadar dan peduli terhadap diri sendiri untuk tidak lupa atau malas dalam mengonsumsi air mineral demi terjaganya kesehatan organ-organ dalam tubuh, dan bagi para peneliti yang membacanya agar dapat dijadikan acuan dalam penelitian selanjutnya.

Senin, 26 Maret 2012

Satuan acara penyuluhan pijat bayi

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Perawatan Bayi
Sub Topik : Pijat bayi
Sasaran : Ibu yang mempunyai bayi berumur 0 sampai 12 bulan.
Hari/Tanggal : Senin, 21 November 2011
Waktu : 30 menit
Penyaji : Nurlaela Kurnia Rahayu
Jumlah : 10 orang
Tujuan Umum :       Setelah selesai mengikuti penyuluhan tentang pijat bayi, klien dapat memahami dan mengerti manfaat dari pijat bayi dan dapat melakukan tekhnik pijat bayi secara baik dan benar.
Tujuan Khusus :
Pada akhir pertemuan, peserta dapat :
1.    Menjelaskan pengertian pijat pada bayi.
2.    Menjelaskan cara pemijatan pada bayi dengan benar.
Media dan Alat
1. Flip Chart
2. Leaflet
3. Manekin bayi
4. Baby oil
 

Metode
1. Ceramah
2. Demonstrasi
3. Tanya jawab

Kegiatan
No.
Materi
Kegiatan
1
Pembukaan (5 menit)
1.    Membuka pertemuan dengan mengucapkan salam.
2.    Menjelaskan tujuan umum dan khusus pertemuan kali ini.
3.    Menyampaikan waktu/kontrak waktu yang akan digunakan dan mendiskusikannya dengan peserta pada pertemuan kali ini.
4.    Memberikan sedikit gambaran mengenai informasi yang akan disampaikan pada hari ini.
2
Proses (15 menit)
Isi materi penyuluhan :
a)     Menjelaskan dan menguraikan materi tentang :
• Gambaran umum pijat bayi
• Manfaat pijat bayi
b)  Demonstrasi tekhnik pijat bayi yang baik dan benar
c) Memberikan kesempatan kepada klien untuk langsung mempraktikan tekhnik pijat bayi yang baik dan benar.
3
Evaluasi (8 menit)
a)     Memberikan kesempatan kepada klien yang disuluh untuk bertanya
b)     Menjawab pertanyaan klien yang disuluh yang berkaitan dengan materi yang belum jelas.
4
Penutupan (2 menit)
a)    Menyimpulkan materi yang telah disampaikan.
b)    Penyuluh mengucapkan terima kasih atas segala perhatian peserta.
c)    Penyluh mengucapkan salam penutup.


LAMPIRAN MATERI

I. PENDAHULUAN
PERAWATAN BAYI
Dewasa ini, para pakar telah dapat membuktikan secara ilmiah tentang apa yang telah lama dikenal manusia, yaitu terapi sentuh dan pijat pada bayi mempunyai banyak manfaat. Terapi sentuh terutama pijat menghasilkan perubahan fisiologis yang menguntukngkan dan dapat diukur secara ilmiah, antara lain melalui pengukuran kadar cortisol ludah, kadar cortisol plasma secara radioimmunoassay, kadar hormon stres (cathecolamine) air seni, dan pemeriksaan EEG.
Walaupun masih perlu penelitian lanjutan untuk memastikan hasil-hasil penelitian terhadap terapi sentuh/pijatan, penemuan yang telah dihasilkan sudah cukup menjadi alasan untuk dilakukannya pijat bayi secara rutin guna mempertahankan kesehatan bayi. Apalagi pijat bayi ini terbukti murah, mudah, dan telah biasa dilakukan di Indonesia sehingga bukan hal yang baru bagi kultur kita. Tak ada tehnik atau cara pijat yang baku, setiap individu dapat melakukan sesuai tehnik, cara, dan keinginannya yang khusus dan tersendiri. Namun sebaiknya, pemijatan dimulai dari kaki bayi umumnya bayi lebih menerima apabila di pijat pada daerah kaki.
Dengan demikian, akan memberi kesempatan pada bayi untuk membiasakan di pijat sebelum bagian lain dari disentuh. karenanya, urutan pemijatan bayi dimulai dari bagian kaki, perut, dada,tangan, muka, dan diakhiri pada bagian punggung. Susunan/urutan bagian tubuh yang akan dipijat juga dapat disesuaikan secara individual, sesuai kesukaan bayi. Pijat bayi menjadi sangat berarti dan bermanfaat apabila dilakukan oleh ibu atau ayah, disertai dengan penyaluran kasih sayang pada bayinya.


II. MATERI PENYULUHAN
PIJAT BAYI
a.    Pengrtian Pijat bayi
Pijat adalah terapi sentuh tertua yang dikenal manusia dan yang paling populer.
Pijat adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang dipraktekkan sejak berabadabad silam. Bahkan, diperkirakan ilmu ini telah dikenal sejak awal manusia diciptakan ke dunia, mungkin karena pijat berhubungan sangat erat dengan kehamilan dan proses kelahiran manusia. Pengalaman pijat pertama yang dialami manusia ialah pada waktu dilahirkan, yaitu melalui jalan lahir ibu.
Bayi baru lahir sangat membutuhkan kehangatan dan sentuhan dari orang terdekatnya, terutama sentuhan tangan sang ibu. Pijat bayi merupakan salah satu cara bagi seorang ibu untuk mengekspresikan rasa cinta nya pada sang buah hati. Jasa perawatan bayi, termasuk pemijatan yang diyakini banyak orang mampu membantu menenangkan anak.
Pijat pada bayi bisa memperlancar aliran darah sehingga membuat bayi lebih santai. Pijat bayi pada dasarnya sangat diperlukan untuk merangsang pertumbuhan otot dan saraf tubuh. Senam dan pijat membuat tubuh bayi rileks sehingga tidurnya jadi nyenyak dan menyusunya juga banyak. Selain itu, pertumbuhannya pun bisa lebih pesat. Pemijatan akan memengaruhi perkembangan otot dan saraf bayi dan bisa dilakukan setelah usianya satu bulan.





b.    Manfaat Pijat Bayi
Fungsi dari memijat bayi apabila dilakukan secara tepat :
1 Memacu sistem  sirkulasi, denyut jantung, pernapasan, dan kekebalan bayi.
2. Bayi lebih tenang dalam menghadapi stress.
3. Membantu perkembangan fisik bayi.
4. Memperlancar ASI.
5. Mempererat ikatan emosi antara orang tua dan bayinya.
6. Membantu memahami bahasa non verbal bayi.
7. Menimbulkan rasa percaya diri dalam mengasuh anak.
8. Meningkatkan komunikasi orang tua dengan bayi.
9. Meredakan stress orang tua.
10. Suasana jadi menyenangkan.

c. Manfaat Pijat Bayi untuk orang tua:
1. Meningkatkan Asi. Pijatan membuat bayi cepat merasa lapar karena penyerapan makanan lebih baik. Akibatnya bayi lebih sering menyusu. Semakin sering diminta, ASI yang diproduksi semakin banyak.
2. Memahami isyarat bayi. Bayi memiliki bahaya isyarat untuk menunjukkan keinginannya, misalnya melalui bahasa mata atau isyarat badan. Pijat bayi yang dilakukan rutin 2 kali sehari membantu orang tua memahami keinginan bayi melalui isyarat yang diberikan.
3. Meningkatkan percaya diri. Dengan melakukan pijat bayi, orang tua lebih mengenal bayinya. Pijat bayi mampu mengurangi rasa gelisah soal perawatan anak. Ketenangan ini mampu menguasai keadaan dan membantu orang tua lebih percaya diri untuk merawat si kecil.
4. Memahami kebutuhan si kecil. Bayi mengeluarkan bahasa tubuh selama dipijat. Orang tua yang melakukan pijat secara rutin lebih mengenal kondisi fisik bayi. Karena dilakukan berulang-ulang, orang tua lebih paham cara menghadapi bayinya saat gelisah.
d. Waktu yang Tepat
Usia yang paling baik untuk memperkenalkan pijatan adalah pada saat bayi berusia 0 sampai 12 bulan. Sedangkan waktu yang paling baik untuk memijat adalah pagi hari sehingga pada malam harinya si kecil dapat tertidur dengan lelap.

e. Persiapan
1. Pilihlah waktu yang tepat dimana anak sedang dalam keadaan tenang. Setengah jam setelah bayi anda makan merupakan waktu yang disarankan.
2. Pastikan suhu ruangan cukup hangat. Buka seluruh pakaian bayi anda, tutupi tubuhnya dengan selimut jika cuaca agak dingin atau lembab.
3. Baringkan bayi anda dipermukaan yang lembut sehingga mereka akan merasa nyaman
4. Lebih bagus lagi jika anda menggunakan cream khusus bayi atau baby oil agar pijatan anda terasa lebih nyaman untuk bayi anda.
5. Sebelum memijat, mintalah izin kepada bayi dengan cara membelai wajahnya sambil mengajak bicara.



f. Hal-Hal yang perlu di perhatikan :
• Hindari memijat bayi sesaat setelah ia selesai minum atau makan.
• Hindari memijatnya saat sedang mengantuk atau waktu ia tidur.
• Hindari memijat anak saat ia demam atau tidak enak badan.
  • Hindari paksaan. Kalau si kecil sedang tidak “mood” dipijat, ya jangan paksa. Bisa- bisa ia berontak dan hasilnya malah keseleo.

g. Teknik Pijat Bayi
1. Ekstermitas Bawah
a) Kaki
Perahan cara India
Peganglah kaki bayi pada pangkal paha seperti memukul softball, kemudian gerakkan tangan ke pergelangan kaki secara bergantian, seperti memerah susu.
Atau,
Dengan arah yang sama, gunakan kedua tangan secara bersamaan, dimulai dari pangkal paha dengan gerakan memeras, memijat, dan memutar kedua kaki bayi secara lembut.
b) Telapak kaki
Urutlah telapak kaki bayi dengan kedua ibu jari secara bergantian, dimulai dari tumit kaki menuju ke jari.
c) Punggung kaki
Dengan kedua ibujari, buatlah lingkaran di sekitar kedua mata kaki sebelah dalam dan luar. Kemudian urutlah seluruh punggung kaki dengan kedua ibu jari secara bergantian dari pergelangan kaki ke arah jari.
d) Jari
Pijatlah jari-jari kaki satu persatu dengan gerakan memutar menjaui telapak kaki dan diakhiri dengan tarikan lembut pada setiap ujung jari.
e) Pangkal paha
Gerakan menggulung. Pegang pangkal paha dengan kedua tangan Anda, kemudian buatlah gerakan menggulungdari pangkal paha menuju pergelangan kaki.
Gerakan akhir
Setelah gerakan a sampai e dilakukan pada kaki kanan dan kiri dapat dilakukan gerakan akhir berikut.
Rapatkan kedua kaki bayi, lalu letakkan kedua tangan Anda secara bersamaan pada pangkal paha, kemudian usap dengan halus kedua kaki bayi dari atas ke bawah.
2. Perut
Catatan :
Untuk pemijatan di bagian perut hindari pemijatan pada tulang rusuk atau ujung tulang rusuk.
Mengayuh pedal sepeda
Lakukan gerakan pada perut bayi seperti mengayuh pedal sepeda, dari atas ke bawah perut, bergantian denga tangan kanan dan kiri.
Gerakan I love you
“I”
Pijatlah perut bayi mulai dari bagian kiri atas ke bawah dengan menggunakan jari-jari tangan kanan seolah membentuk huruf “I”.
“LOVE”
Bentuklah huruf “L” terbalik, dengan melakukan pemijatan dari kanan atas perut bayi ke kiri atas kemudian dari kiri atas ke kiri bawah.
“YOU”
Bentuklah huruf “U” terbalik, dimulai dari kanan bawah (daerah usus buntu) ke atas kemudian ke kiri, ke bawah, dan berakhir di perut kiri bawah.
3. Dada
Buku tua
Dengan kedua telapak tangan buatlah gerakan dari tengah dada ke samping luar seolah sedang meratakan kertas pada buku tua.
4. Ektermitas Atas
a) Tangan
Perahan cara India
Perahan cara India bermanfaat untuk relaksasi otot dan arahnya menjauhi tubuh.
Peganglah lengan bayi dengan kedua telapak tangan mulai dari pundak, seperti memegang pemukul softball.
Gerakkan tangan kanan dan kiri ke bawah secara bergntian dan berulang-ulang seolah memerah susu sapi.
Gerakan akhir
Rapatkan kedua lengan bayi pada badannya, usap dengan lembut kedua lengan bayi dengan kedua tangan Anda secara bersamaan mulai dari pundak sampai ke pergelangan tangan.


5. Muka
a) Membasuh muka
Tutuplah wajah bayi dengan kedua telapak tangan Anda dengan lembut sambil berbicara pada bayi secara halus.
Gerakkan kedua tangan Anda ke samping pada kedua sisi wajah bayi seperti gerakan membasuh muka.
b) Dahi : meyetrika dahi
Letakkan jari-jari kedua tangan Anda pada pertengahan dahi.
Tekan jari-jari Anda dengan lembut mulai dari tengah dahi bayi ke arah samping kanan dan kiri seolah menyeterika dahi.
Setelah itu, gerakkan ke bawah ke daerah pelipis dan buatlah lingkaran-lingkaran kecil di pelipis kemudian gerakkan ke arah dalam melalui daerah pipi di bawah mata.
c) Alis : menyetrika alis
Letakkan kedua ibu jari Anda di antara kedua alis mata. Lalu pijat bagian atas mata/alis mulai dari tengah ke samping seperti menyeterika alis.
d) Hidung : senyum pertama
Letakkan kedua ibu jari Anda di antara kedua alis.
Tekankanlah ibu jari Anda dari pergelangan kedua alis turun melaui tepi hidung ke arah pipi kemudian gerakkan ke samping dan ke atas seolah membuat bayi tersenyum.
e) Rahang atas : senyum kedua
Letakkan kedua ibu jari Anda pada pergelangan rahang atas atau di atas mulut di bawah sekat hidung.
Gerakkan kedua ibu jari Anda dari tengah ke samping dan ke atas ke daerah pipi seolah membuat bayi tersenyum.
f) Dagu/rahang bawah : senyum ketiga
Letakkan kedua ibu jari Anda di tengah dagu.
Tekankan dua ibu jari pada dagu, lalu gerakkan dari tengah ke samping kemudian ke atas seolah membuat bayi tersenyum.
g) Belakang telinga
Dengan tekanan lembut gerakkan jari-jari kedua tangan Anda dari belakang telinga kanan dan kiri ke tengah dagu.
Atau,
Dengan tekanan lembut gerakkan jari-jari kedua tangan Anda dari belakang telinga membentuk lingkaran-lingkaran kecil ke seluruh kepala.
6. Punggung
a) Gerakan maju mundur : kuda goyang
Tengkurapkan bayi melintang di depan Anda dengan kepala di sebelah kiri dan kaki di sebelah kanan Anda.
Pijatlah dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan di sepanjang punggung bayi, dari bawah leher sampai ke pantat bayi.
b) Gerakan menyetrika
Lakukan usapan dengan telapak tangan kanan Anda, menyerupai gerakan menyetrika, dimulai dari pundak ke bawah sampai ke pantat.
c) Gerakan melicinkan kertas
Tengkurapkan bayi Anda dengan kaki mengarah pada Anda.
Letakkan kedua telapak tangan Anda pada pantat bayi, kemudian usaplah kedua sisi tulang belakang dengan lembut mulai dari pantata ke atas sampai bahu seolah Anda sedang melicinkan kertas yang panjang.
d) Gerakan melingkar
Buatlah gerakan-gerakan melingkar kecil-kecil dengan jari-jari kedua tangan Anda, mulai dari batas leher atas turun ke bawah sampai batas leher bawah, kemudian ke samping menyusuri bahu kanan dan kiri.
Setelah itu, lanjutkan dengan gerakan dari batas leher bawah turun ke bawah di sebelah kanan dan kiri tulang punggung sampai ke pantat.
e) Gerakan menggaruk
Tekankan dengan lembut kelima jari-jari tangan kanan Anda pada punggung bayi, kemudian buat gerakan seperti menggaruk ke bawah memanjang sampai ke pantat bayi










Evaluasi
1. Apa manfaat dari pijat bayi ?
Jawab : 1 Memacu sistem  sirkulasi, denyut jantung, pernapasan, dan kekebalan bayi.
2. Bayi lebih tenang dalam menghadapi stress.
3. Membantu perkembangan fisik bayi.
4. Memperlancar ASI.
5. Mempererat ikatan emosi antara orang tua dan bayinya.
6. Membantu memahami bahasa non verbal bayi.
7. Menimbulkan rasa percaya diri dalam mengasuh anak.
8. Meningkatkan komunikasi orang tua dengan bayi.
9. Meredakan stress orang tua.
10. Suasana jadi menyenangkan.
2. Alat dan bahan apa saja yang diperlukan untuk pijat bayi ?
Jawab : Baby oil
3. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam melakukan pijat bayi ?
Jawab : • Hindari memijat bayi sesaat setelah ia selesai minum atau makan.
• Hindari memijatnya saat sedang mengantuk atau waktu ia tidur.
• Hindari memijat anak saat ia demam atau tidak enak badan.
 • Hindari paksaan. Kalau si kecil sedang tidak “mood” dipijat, ya jangan paksa. Bisa- bisa ia berontak dan hasilnya malah keseleo.

4. Kapan waktu yang paling baik untuk melakukan pemijatan bayi ?
Jawab : waktu yang paling baik untuk memijat adalah pagi hari sehingga pada malam harinya si kecil dapat tertidur dengan lelap.



Motto
“Disentuh, dirawat, dipijat adalah makanan yang baik untuk bayi, Makanan yang sama pentingnya seperti vitamin dan mineral.”


DAFTAR PUSTAKA
http://cara-pijat-bayi.blogspot.com/search/label/Tentang%20Pijat